♻️ Pilah dari rumah

Ubah tumpukan sampah dapur jadi bahan yang berguna kembali

DaurUlang menunjukkan cara memisahkan sisa makanan, botol plastik, dan kardus dengan sistem tiga tempat sampah yang mudah dipraktikkan di dapur mana pun.

Mulai Memilah
30 ribuRumah tangga terbantu

Wajah baru sampah yang dipilah

Dari tong kompos hingga kardus terlipat rapi — begini rupanya rumah yang memilah.

Satu keluarga rata-rata membuang setengah kilo sampah organik tiap hari. Bayangkan jika semua itu jadi kompos, bukan gas metana di TPA.

Memilah sampah tanpa bikin dapur berantakan

Langkah nyata memisahkan organik, anorganik, dan residu di rumah

Memilah bukan soal punya lima tong warna-warni. Cukup tiga wadah — basah, kering, dan residu — dan kebiasaan membuang ke tempat yang benar.

Mulailah dengan mengenali isi tempat sampah Anda selama seminggu. Sisa sayur, ampas kopi, dan kulit buah masuk kelompok organik; botol, kaleng, dan kardus adalah anorganik yang bisa didaur ulang; sisanya yang tak terpisahkan adalah residu.

Cuci dan keringkan kemasan sebelum dikumpulkan. Botol plastik yang masih berbau minuman atau kaleng berkarat sering ditolak pengepul, sementara wadah bersih jauh lebih mudah diproses ulang menjadi bahan baru.

Setiap rumah punya ritme sendiri. Tidak ada aturan seragam untuk semua dapur, tetapi dengan wadah yang jelas dan panduan dari DaurUlang, sampah yang tadinya menumpuk bisa berubah menjadi kompos dan bahan bernilai.

Sekitar 60 persen sampah rumah tangga di Indonesia adalah sampah organik yang sebenarnya bisa dikomposkan alih-alih dibuang ke TPA.

Tiga trik memilah sejak hari pertama

🪣

Siapkan tong basah

Letakkan satu ember tertutup di dekat wastafel khusus sisa makanan agar organik langsung terpisah saat memasak.

🧴

Bilas kemasan bekas

Buang isi, bilas sebentar, dan keringkan botol serta kaleng sebelum dikumpulkan supaya tak berbau dan mudah didaur ulang.

📦

Lipat dan simpan kardus

Pipihkan kardus dan kertas kering di satu kotak; setumpuk rapi lebih ringkas dan lebih dihargai pengepul.

Bank sampah dan bengkel kompos di lingkungan sekitar bisa jadi teman perjalanan. Menyetor barang lapak secara berkala bahkan bisa menambah tabungan kecil sekaligus mengurangi timbunan di rumah.

Jangan tergoda membeli banyak peralatan mahal. Sistem memilah yang paling awet adalah yang sesuai ruang dapur Anda dan bisa dijalankan setiap hari tanpa merepotkan.

Mulai dari satu tong tambahan, lalu tambahkan kompos, lalu jadwal setor mingguan. Satu kebiasaan baru dalam satu waktu — begitulah rumah yang benar-benar bebas sampah campur terbentuk.

Cerita dari dapur yang sudah memilah

Mereka mulai dari satu tong tambahan dan kini tempat sampahnya tak lagi penuh.

★★★★★

Ampas kopi warung saya dulu langsung ke tong sampah. Sekarang jadi kompos untuk tanaman di teras, dan volume sampah harian turun drastis.

B
Bagus HermawanPemilik kedai kopi
★★★★★

Panduan tiga wadahnya jelas. Dalam sebulan saya paham mana yang bisa disetor ke bank sampah dan mana yang benar-benar residu.

R
Rina PutriPegawai kantoran
★★★★★

Anak-anak sekarang ikut memilah botol dan kardus. Sampah rumah kami menyusut dan mereka belajar peduli lingkungan.

M
Maya SariIbu dua anak

Pertanyaan seputar memilah sampah

Hal-hal yang paling sering ditanyakan sebelum mulai memilah di rumah.

Apakah sampah organik harus dikomposkan sendiri?
Tidak harus. Anda bisa mengomposnya di ember atau lubang biopori, atau menyetorkannya ke bank sampah dan tempat pengolahan organik terdekat.
Kemasan seperti apa yang bisa didaur ulang?
Botol PET, kaleng alumunium, kardus, dan kertas kering umumnya diterima. Styrofoam, plastik multilapis, dan popok masuk kategori residu yang sulit didaur ulang.
Haruskah botol dan kaleng dicuci dulu?
Sebaiknya ya. Cukup bilas cepat dan tiriskan agar tidak berbau, tidak mengundang lalat, dan lebih dihargai saat disetor.
Berapa banyak sampah yang bisa berkurang?
Dengan memisahkan organik dan barang daur ulang, banyak rumah tangga memangkas sampah yang dibuang ke TPA hingga separuhnya dalam beberapa minggu.

Kenapa memilah bersama DaurUlang

Panduan praktis yang cocok untuk dapur dan kebiasaan rumah tangga Indonesia.

🗺️

Peta jenis sampah

Daftar jelas mana yang organik, mana yang bisa didaur ulang, dan mana residu, lengkap dengan contoh sehari-hari.

⏱️

Cukup lima menit

Sistem tiga wadah dirancang agar memilah jadi rutinitas singkat, bukan pekerjaan tambahan yang melelahkan.

🌱

Dari dapur ke kompos

Kami tunjukkan cara mengubah sisa sayur dan ampas kopi menjadi pupuk, bukan sekadar teori.

Empat langkah mulai memilah

Dari tempat sampah campur menjadi rumah yang memilah rapi.

Sediakan wadah

Siapkan tiga tempat: satu untuk organik basah, satu untuk plastik dan kertas kering, satu untuk residu.

Pisahkan saat membuang

Biasakan langsung memilah begitu ada sampah, bukan menumpuknya untuk disortir belakangan.

Olah dan setor

Kompos sisa organik, lalu setor botol, kaleng, dan kardus ke bank sampah atau pengepul.

Kurangi dari sumber

Beralih ke tas belanja dan wadah pakai ulang agar sampah baru semakin sedikit tiap minggu.

22K+Tong dipilah tiap hari
96%Rumah pangkas sampah TPA

Mulai pilah sampah rumah Anda hari ini

Satu ember organik dan satu kotak daur ulang sudah cukup untuk memulai — tak perlu menunggu tong warna-warni lengkap.

Dapatkan Panduan

Gratis diunduh • Cocok untuk dapur mana pun

Minta panduan pilah

Isi data di bawah dan kami kirimkan panduan memilah sampah rumah tangga langsung ke email Anda.

Saya menyetujui pemrosesan data saya dan penggunaan cookie untuk tujuan pemasaran.

Data Anda hanya kami pakai untuk mengirim panduan pilah sampah.

Konten bersifat edukatif seputar pengelolaan sampah rumah tangga.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan performa situs dan pengalaman menjelajah Anda. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Pelajari lebih lanjut.

Kirim Permintaan